Bagaimana
cara mengendalikan emosi selain berdiam diri?
-
Jika anda sedang dalam keadaan emosi, Coba Anda istighfar
(ingat kepada Allah) dan ingat bahwa jika anda emosi maka muka anda akan
semakin bertambah tua dan semakin juweelek (pasti anda g’ mau kan?, so jangan
emosi...)
dan jika masih
emosi coba berwudhu
jika masih emosi coba anda duduk dengan nyantai/relax
jika masih emosi cobalah anda tidur
jika masih emosi coba anda duduk dengan nyantai/relax
jika masih emosi cobalah anda tidur
kan kalau sudah
tidur ga mungkin marah
- Jika kamu sedang berkantong tebal:
1)
pergi ke
karaoke nyanyi sepuas puasnya, untuk refresing, menghilangkan kepenatan atau
stress
2)
pergi ke
swalayan, belanja sepuasnya
3)
pergi ke
cafe/restoran makan sepuas puasnya
4)
pergi ke warnet main games sepuas
puasnya
5)
pergi kepantai berteriaklah sepuas
puasnya
-
Jika kamu sedang bokek
1) atur
pernafasan - meditasi - dengarkan musik yang tenang dan yang menjadi favorit
kamu
2) pulang
kerumah ambil bantal dan guling - berbaringlah hingga tertidur
3) kalau
kamu muslim, ambil wudhu, sholat dan berzikir
-
Mmm......gini...Ambil
air wudhu n sholat sunah
mohon diberikan kekuatan
menahan emosi, setelah itu pergi sejenak cari kesibukan diluar sementara...setelah
reda emosinya anda bisa kembali lagi...
- Melakukan aktifitas
yang menyenangkan
seperti
melakukan hobi atau pergi ke tempat yg entertaining, itu dirasa cukup melupakan
masalah dan mengurangi emosi...
- Cari pelampiasan yg positif
aja ya, yg kamu suka
- Pergi jauh2 dari orang yg bikin lo
emosi...
-
Ada trik bagus nih, pada
saat emosi coba anda pergi ke suatu tempat tanpa ada kehadiran orang laen...
Anda harus bener2 sendiri, lalu anda katakan Saya memilih emosi atau marah.
katakan saja dalam hati, ingat harus ada kata, saya memilih.... rasakan bedanya
deh, berarti anda berhak memilih yg laen kan?
-
Tarik nafas panjang,
rasakan sensasi relax ganti posisi tubuh
Mengendalikan
Amarah
Beberapa hal berikut ini mungkin layak anda
pertimbangkan untuk mengendalikan amarah :
1.
Relaksasi
Relaksasi dapat dilakukan dengan berbagai variasi, misalnya menarik nafas dalam-dalam, melakukan latihan-latihan
ringan untuk mengendurkan otot-otot, atau pun dengan kata-kata: "relaks; tenang aja; take it easy; gak apa-apa kok".
2. Humor
Dalam penggunaan humor hendaklah perlu diperhatikan 2 hal: 1) jangan menggunakan humor hanya untuk mentertawakan masalah yang sedang anda hadapi tetapi gunakan humor sebagai suatu cara yang konstruktif
untuk menyelesaikan masalah; 2) jangan menggunakan humor-humor yang bersifat kasar atau sarkastik sebab hal itu merupakan bentuk ekspresi kemarahan yang tidak sehat.
3. Mengubah Cara Pandang
Cobalah mengubah pikiran-pikiran yang berlebih-lebihan dengan
suatu yang rasional. Contoh: daripada anda mengatakan: "ah, ini sangat mengerikan, hancur semuanya, ini adalah mimpi buruk bagi saya", cobalah mengubahnya dengan : "ya memang hal ini membuat saya frustrasi, dan saya bisa memahami mengapa saya menjadi marah, tetapi ini bukanlah akhir dari segala-galanya bagi saya dan kemarahan tidak akan mengubah apa-apa".
4. Selesaikan Masalah secara Tuntas
Alangkah baiknya jika
anda membiasakan diri menyelesaikan setiap permasalahan yang berhubungan dengan
diri anda. Dengan berkurangnya beban
psikologis dalam diri anda maka kemungkinan menjadi marahpun akan berkurang.
5.
Melatih cara Berkomunikasi
Meskipun
setiap individu berhak untuk membela diri ketika dikritik atau diajak adu
argumentasi, namun untuk itu diperlukan ketenangan dan sikap untuk tidak
merespon secara terburu-buru.
6.
Mengubah Lingkungan
Apa yang dimaksudkan
dengan mengubah lingkungan dapat berupa penataan kembali tempat tinggal ataupun
tempat kerja anda. Mengubah lingkungan dapat juga berarti merubah aturan
main yang berlaku di lingkungan tersebut dan juga termasuk mengubah kebiasaan diri
anda sendiri.
7.
Melakukan Konseling
Melalui bantuan para profesional mungkin akan diberikan
bimbingan bagaimana cara-cara yang tepat dalam mengendalikan amarah agar tidak
merusak aspek kehidupan yang lain.
“anda
tidak akan pernah bisa menghilangkan amarah tetapi anda bisa mengendalikannya”